DIA(H)

Rasa dalam Segelas Susu 


Kau benar-benar menjejali pikiranku dengan cerita antah-barantahmu. 
Hebatnya lagi, kau bisa meyakinkanku dengan menyelipkan kisah pengalamanmu tentang cerita-cerita tak masuk akal.
Kau juga sering bernostalgia di depanku bagaimana kau hidup pada masa kanak-kanakmu. 
Kalau sudah bercerita aneh-aneh seperi itu, maka aku akan mulai meragukan ceritamu, dan lebih suka menganggapmu gila karena kebanyakan berkhayal. 
Dan dengan sedikit tersenyum saja, maka kau langsung sadar bahwa aku tengah menyangsikan ceritamu.

Kau pun akan menimpalinya dengan tawa yang diam-diam aku tak pernah bosan menikmatinya.
Dan kau akan berujar "kau selalu tak percaya ceritaku, tapi kau tetap menyimpannya. Serius, aku tidak bohong," ucapmu meyakinkan.
Aku pun langsung mengiyakanmu dengan anggukkan dan senyuman yang... ya, masih dipenuhi sangsi.

Namun, ketika lain hari kau bercerita lagi tentang kisah-kisah anehmu.
Aku lagi-lagi menikmati cerita itu.
Kau tahu benar, kapan saat yang tepat untuk mencecokiku dengan cerita-cerita dan khayalanmu.

#1 Pessel, saat rindu tengah hebat-hebatnya.

Komentar

  1. setiap orang butuh vitamin, jenisnya tentu brbeda setiap kepala setiap penyakitnya

    BalasHapus
  2. Aku gak butuh vitamin, aku butuh dosis Ong. Jauh-jauh hari kamu sudah tahu itu.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Istilah Baru yang Wajib Dipahami Maba Saat Memasuki Dunia Perkuliahan

Kamu...

Jangan Pernah.....