Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2017

Surat Pendek untuk Tuhan

Gambar
Tuhan, Aku (Belum) Ingin Menyerah Me Tuhan, ini merupakan surat pertama yang aku tulis untukmu. Selain curhatan yang aku beberkan panjang lebar dalam doa-doa di atas sajadahku. Rasanya, kali ini aku menjadi hambamu yang paling lemah dan nyaris putus asa. Aku seperti tak punya kerangka lagi yang mampu menopang beban di atas pundakku yang kian tak berdaya. Maafkan aku menjadi hambamu yang sangat lemah. Tuhan, sebelum aku tuliskan pada coretan ini untukmu, aku yakin engkau Yang Maha Tahu jauh lebih paham apa yang aku rasa. Tentang hari-hari berat yang kadang ku lewati dengan lelah. Atau terkadang aku justru nyaris lari dari rahmatmu yang maha luas. Tuhan, ceritaku masih perihal kesehatanku yang terganggu sejak beberapa bulan belakangan. Setidaknya, aku sudah menghabiskan sembilan bulan lebih melewati hidup tak normal. Makanan yang serba tak boleh aku menikmatinya, juga obat yang rasanya selalu membuatku mengeluarkan isi perut tiap kali meneguknya. Lagi-lagi, maafkan aku yan...