from google Hujan turun dengan manisnya. Sesekali rintikannya yang menganak sungai mengalir di jendela kamarku. Menyisakan jejak-jejak hampir tak kasat mata, karena semuanya berbaur menjadi sebuah bekas aliran yang lebih besar. Ah, tidak ada yang lebih romantis dari hujan di sore hari. Sebab, saat itulah Sang pangeran kodok akan berkelana untuk mencari kekasih hatinya. Hingga akhirnya akan dibawa ke peraduan, tempat di mana mereka akan hidup bahagia selamanya. Kisah indah yang barangkali diimpikan setiap manusia. Dongeng sebelum tidur masa kecil itu berkeliaran lagi di otakku. Hampir dua jam sejak hujan turun, hanya ini yang bisa ku lakukan. Duduk termangu dan merenung di depan jendela. Tak ada hal lain yang lebih menarik. Menostalgiakan kisah-kisah yang pernah ku baca waktu kanak-kanaklah yang mampu mengalihkan pikiranku dari kamu, Bar. Dari apa yang telah kau ucapkan lima hari lalu.