Postingan

“Lelaki Setelah Ayah” Cerpen Cinta Beda Agama

Gambar
  Foto: Lumina in Pinterest Hallo, pembacaku semuanya! Di tulisan kali ini aku akan memberikan contoh cerpen cinta beda agama. Cinta beda agama mungkin bukan sesuatu yang baru lagi di dunia. Ya, begitulah cinta. Tak salah kata para punjangga “cinta itu buta”, karena pada kenyataannya cinta memang tidak memandang suku, bangsa, bahkan agama. Konon, katanya cinta juga tak memandang harta dan rupa. Kalau sudah cinta, ya cinta saja.   Benarkah begitu adanya? Mari kita temukan jawabannya di cerpen cinta beda agama satu ini. Lelaki Setelah Ayah Aku tidak akan mencintai lelaki mana pun setelah Ayah. Ayah yang tak pernah kutahu seperti apa wajahnya. Ayah yang ikut berperan menghadirkan aku ke dunia, lalu meninggalkan aku dan Ibu seperti tanpa rasa dosa. Apa aku membenci Ayah? Tidak. Aku sama sekali tidak membenci Ayah. Ayah adalah laki-laki yang teramat dicintai Ibu. Aku juga mencintai Ayah sebagaimana Ibu mencintainya. Namun, aku tak dapat lagi mencintai lelaki mana pun setelahnya. Le...

Istilah Baru yang Wajib Dipahami Maba Saat Memasuki Dunia Perkuliahan

Gambar
       Foto: fpk.walisongo.ac.id Selamat memasuki dunia kampus dan memulai perkuliahan bagi teman-teman mahasiswa baru (maba) yang beberapa waktu lagi akan memulai kehidupan barunya di kampus. Selamat menjadi mahasiswa dan bergiatlah untuk belajar sebaik-baiknya di bangku kuliah. Konon, dunia perkuliahan menjadi fase paling menyenangkan dalam hidup seseorang.   Ngomong-ngomong tetang dunia kampus dan perkuliahan, ada beberapa istilah perkuliahan yang ke depannya mungkin tidak akan asing lagi bagi maba. Ada pun istilah-istilah ini kerap didengar atau diperbincangkan antar sesama mahasiswa. Jadi, sebelum lebih jauh menjadi mahasiswa dan berkecimpung di dunia perkuliahan, teman-teman maba wajib tahu dan memahami beberapa istilah berikut ini. 1.   KTM KTM merupakan singkatan dari kartu tanda mahasiswa. Kartu ini wajib dimiliki oleh setiap mahasiswa di semua perguruan tinggi, sebagai bukti bahwa mahasiswa tersebut terdaftar pada satu perguruan tinggi tertentu. ...

Hello, New Year!

Gambar
Jika bicara tahun baru, kebanyakan orang mungkin akan berpikir tentang resolusi, atau bahkan yang langsung melintas di pikiran adalah malam dengan ledakkan kembang api, atau pesta pergantian tahun bersama keluarga dan sahabat. Ya, ini adalah malam pergantian tahun ke-dua yang akan aku lewati tanpa jamuan berbagai jenis bakar-bakar atau bakar petasan dan kembang api. Bukan berarti sebelumnya aku terbiasa dengan euforia malam pergantian tahun, hanya saja, semasa menjadi mahasiswa, aku memanag terbiasa berkumpul bersama teman-teman hingga larut saat malam pergantian tahun berlangsung. 

Lorong Waktu #2

Gambar
Jakarta, 5 Mei 2020 Cahaya kuning keemasan masih membayang di langit Jakarta.  Masih terlalu pagi, namun Bandara Soekarta-Harta sudah sesak oleh hiruk pikuk orang-orang yang akan pergi dan kembali dari penerbangan. Mata tajam Bara menatap dingin ke sekeliling bandara. Sedingin pagi itu. Bara lebih merapatkan Jaket ke tubuhnya. Ini pertama kalinya ia kembali menginjakkan kaki di kota ini, sejak dua tahun tinggal di Tokyo. Akbara kembali. Untuk dia. Gadisnya. Sahabat hatinya.     ***

Diam

Gambar
Lihatlah, dia memegang janjinya Kelakar semalam lindap Suara jangkrik lenyap Harinya senyap Ah, sayang… Ini hanya hidup Segelintir dari ketidakpastian Sekarang A Bisa jadi, esok hari tak lagi sama Lihatlah, puisiku menari Mencari sudut di mana senyumnya tersembunyi Ku tak ingin harinya sepi Ku tak ingin waktuku tak berarti Ah, sayang… Hidup masih jauh Jalan sungguh panjang Aku-kau, akankah masih tetap sosok yang sama? Entah Bagaimana pun, Berjanjilah… apa yang impikan akan kau genggam Shinju , 2017

Bersamanya

Gambar
Pernahkah kau berpikir tentang batas-batas waktu yang ditakdirkan Tuhan? Bagaimana pada awalnya kau berjumpa, mengenal, menerima, dan menjatuhkan hati pada sesuatu. Hingga akhirnya sang waktu memberi batas untuk mengakhiri semua. Bagaimana kau menikmati setiap keadaanmu bersamanya, hingga kau tumbuh dan mensyukuri semua proses yang tercipta.  Lalu perpisahan menghampiri tanpa kau duga. Aku pernah, terbangun dan lantas tak peduli, apakah orang-orang di sekelilingku masih ada atau justru telah berlalu.  Aku pernah pergi, dan selalu berpikir untuk kembali.  Dan aku pernah, menjadi seseorang yang akhirnya tidak bisa benar-benar pergi, darinya. Karena ia adalah tempatku untuk kembali. Ruangku untuk berbagi sepi.  Di masing-masing sudutnya, aku pernah memejamkan mata. Menderai tawa. Menumpahkan air mata. Dan bahkan memuntahkan amarah.   Aku tak ingat, sudah berapa banyak senja yang lindap bersama tik-tik suara keyboard sebelum keheninga...