DIA(H)
Rasa dalam Segelas Susu
Kau benar-benar menjejali pikiranku dengan cerita
antah-barantahmu.
Hebatnya lagi, kau bisa meyakinkanku dengan menyelipkan kisah
pengalamanmu tentang cerita-cerita tak masuk akal.
Kau juga sering bernostalgia di depanku bagaimana kau hidup pada
masa kanak-kanakmu.
Kalau sudah bercerita aneh-aneh seperi itu, maka aku akan mulai
meragukan ceritamu, dan lebih suka menganggapmu gila karena kebanyakan
berkhayal.
Dan dengan sedikit tersenyum saja, maka kau langsung sadar bahwa
aku tengah menyangsikan ceritamu.
Kau pun akan menimpalinya dengan tawa yang diam-diam aku tak
pernah bosan menikmatinya.
Dan kau akan berujar "kau selalu tak percaya ceritaku, tapi
kau tetap menyimpannya. Serius, aku tidak bohong," ucapmu meyakinkan.
Aku pun langsung mengiyakanmu dengan anggukkan dan senyuman yang... ya, masih dipenuhi sangsi.
Namun, ketika lain hari kau bercerita lagi tentang kisah-kisah
anehmu.
Aku lagi-lagi menikmati cerita itu.
Kau tahu benar, kapan saat yang tepat untuk mencecokiku dengan
cerita-cerita dan khayalanmu.

setiap orang butuh vitamin, jenisnya tentu brbeda setiap kepala setiap penyakitnya
BalasHapusAku gak butuh vitamin, aku butuh dosis Ong. Jauh-jauh hari kamu sudah tahu itu.
BalasHapus