Istilah Baru yang Wajib Dipahami Maba Saat Memasuki Dunia Perkuliahan
Selamat memasuki dunia kampus dan memulai perkuliahan bagi teman-teman mahasiswa baru (maba) yang beberapa waktu lagi akan memulai kehidupan barunya di kampus. Selamat menjadi mahasiswa dan bergiatlah untuk belajar sebaik-baiknya di bangku kuliah. Konon, dunia perkuliahan menjadi fase paling menyenangkan dalam hidup seseorang.
Ngomong-ngomong tetang dunia kampus dan perkuliahan, ada beberapa istilah perkuliahan yang ke depannya mungkin tidak akan asing lagi bagi maba. Ada pun istilah-istilah ini kerap didengar atau diperbincangkan antar sesama mahasiswa. Jadi, sebelum lebih jauh menjadi mahasiswa dan berkecimpung di dunia perkuliahan, teman-teman maba wajib tahu dan memahami beberapa istilah berikut ini.
1. KTM
KTM merupakan singkatan dari kartu tanda mahasiswa. Kartu ini wajib dimiliki oleh setiap mahasiswa di semua perguruan tinggi, sebagai bukti bahwa mahasiswa tersebut terdaftar pada satu perguruan tinggi tertentu. Biasanya, KTM dibuat bersamaan dengan ATM mahasiswa dengan menggunakan kartu yang sama. Masing-masing kampus di seluruh Indonesia, memiliki satu bank yang bekerja sama dalam pengelolaan keuangan kampus, baik untuk pembayaran UKT ataupun untuk mencairan dana beasiswa yang diterima oleh mahasiswa. Maka, pada satu kartu ini terdapat dua fungsi, sebagai KTM sekaligus ATM mahasiswa.
2. KRS
Istilah perkuliahan berikutnya yaitu KRS, singkatan dari kartu rencana studi. Nah, sebelum memulai perkuliahan pada semester tertentu, para mahasiswa terlebih dahulu merencanakan mata kuliah apa saja yang akan diikutinya. Lalu, mata kuliah yang akan diikuti harus dipesankan melalui sebuah kartu. Hanya saja, saat ini hampir semua kampus sudah memiliki sistem KRS secara online. Jadi, mahasiswa bisa memilih perkuliahan yang akan diikutinya dengan mengisi KRS online di sistem portal kampusnya. Setelahnya KRS ini bisa dicetak jika dibutuhkan.
3. SKS
SKS merupakan singkatan dari satuan kredit semester. Maksudnya, jumlah bobot mata kuliah yang harus dimiliki mahasiswa hingga ia menyelesaikan pendidikannya. Misalnya untuk selesai jenjang S1, mahasiswa hasus menyelesaikan sebanyak 144 SKS. Maka per semesternya mahasiswa harus mencapai target SKS tertentu untuk bisa wisuda tepat waktu. Tiap-tiap mata kuliah juga memiliki bobot SKS yang berbeda. Misal ada yang 2 SKS, 3 SKS, atau skripsi yang bobotnya sebanyak 6 SKS. Dan biasanya, per semester mahasiswa hanya diizinkan mengontrak matakuliah maksimal 24 SKS.
4. IP
Kalau semasa sekolah hasil belajar atau nilai akhir semester identik dengan lapor, maka setelah kuliah laporan hasil belajar mahasiswa bisa diketahui dengan melihat jumlah IP. Ya, IP singkatan dari indeks prestasi atau nilai belajar mahasiswa selama satu semester tertentu. IP ini berada pada skala 0 sampai 4 dan enilaain di universitas biasanya dari A sampai E. Jika seorang mahasiswa memiliki IP 4 di lembaran hasil studinya, maka bisa dipastikan semua nilai matakuliahnya adalah A.
5. IPK
Tak jauh berbeda dengan IP, istilah perkuliahan berikutnya yaitu IPK, yang mana maksudnya tak jauh berbeda. Sama-sama menunjukkan hasil belajar mahasiswa. Hanya saja, IPK merupakan indeks prestasi kumulatif, artinya hasil belajar mahasiswa setelah seluruh IP per masing-masing semester dijumlahkan dan dibagi seluruh mata kuliah yang telah berhasil diselesaikan. Sederhananya, IPK ialah rata-rata hasil belajar mahasiwa selama ia melewati seluruh semester yang berhasil diselesaikannya.
6. UKM
Unit kegiatan mahasiswa, kalau di sekolah seringnya disebut dengan ekstrakurikuler. UKM ini bermacam-macam di tiap-tiap kampus. Dan bagi para maba, awal-awal perkuliahan biasanya akan diperkenalkan dengan berbagai UKM yang ada di kampusnya saat acara sosialisasi maba. Misalnya ada unit kegiatan kerohanian, koran/ media kampus, unik kegiatan kesenian, mahasiswa pencinta alam, dan berbagai UKM lainnya. Mengikuti atau bergabung dengan salah satu UKM ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa. Selain untuk mengasah skill, juga berguna untuk menambah wawasan, pertemanan, dan bisa juga untuk menghasilkan uang jajan kalau misalkan UKM yang diikuti bergerak di bidang kreativitas yang menghasilkan.
7. HIMA/HMJ
Himpunan mahasiswa atau himpunan mahasiswa jurusan itu ibarat OSIS kalau di SMA. Hanya saja, HIMA/HMJ itu berupa organisasi yang berada di tingkat jurusan, yang mana nanti ada perangkat-perangkat organisasinya dan biasanya juga aktif mengadakan acara-acara tertentu di tingkat jurusan.
8. BEM
Badan Eksekutif Mahasiswa, sebenarnya BEM ini ada dua jenis di masing-masing kampus. Ada BEM tingkat fakultas dan BEM tingkat universitas. Hampir sama dengan HIMA/HMJ, hanya saja tingkatannya lebih tinggi dan cakupan organisasinya juga lebih luas. Bergabung dengan BEM ini juga menjadi nilai lebih tersendiri bagi mahasiswa, karena di organisasi ini mahasiswa bisa melatih berbagai skill yang dimilikinya.
9. SP
SP merupakan istilah perkuliahan yang merupakan singkatan dari semester pendek, yaitu perkuliahan tambahan atau berupa opsional yang bisa dilakukan oleh mahasiswa dengan cara mengontrak dan mengikuti perkuliahan selama libur semester. Perkuliahan SP ini durasinya kebih pendek dari perkuliahan biasanya, sekitar 2-3 bulan saja. Tujuannya untuk mengulang matakuliah sebelumnya yang nilainya belum memuaskan atau mengambil mata kuliah baru agar bisa lulus dengan cepat atau tepat waktu.
10. SIAK
Sistem Informasi Akademik, yaitu portal online setiap kampus yang menyajikan berbagai informasi akademik seperti pendaftaran mahasiswa baru, mengisian KRS, pembuatan kurikulum, pengisian dan pengelolaan nilai bagi dosen, melihat atau mengunduh hasil belajar, papan informasi jadwal perkuliahan atau kalender akademik, dan lain sebagainya.
Demikian 10 istilah di dunia perkuliahan yang harus diketahui oleh para maba agar tidak terlalu asing dengan kata-kata tersebut ke depannya. Sebenarnya masih banyak lagi istilah-istilah perkuliahan lainnya. Ayok kita bahas di kesempatan berbeda. Semoga bermanfaat, salam mahasiswa.*

Komentar
Posting Komentar