Berjuang
Wartawan jalanan, relawan jalanan, pejuang jalanan... Barangkali, itulah kita. Tak semua panggilan harus kamu sahuti. Namun kali ini, aku, menyahut tanpa pikir panjang dan menggunakan logika yang dalam. Tanpa tahu pasti siapa yang memanggil. Yang jelas, paggilan itu telah datang. Mungkin seperti kebanyakan petarung pemula lainnya. Aku memutuskan berangkat ke medan tanpa persiapan yang matang. Hanya ada dua senjata andalan yang aku pegang, modal nekat dan keberanian. Semenit sebelum aku melangkah maju, tak pernah terpikirkan olehku untuk berada di tengah mereka. Satu di antara empat teman asing. Yang baru ku kenal setelah setengah jam perjalanan kami. Saat kita berhenti di sebuah kedai pinggir jalan. Yang akhirnya ku tau, semua kalian bukanlah lelaki sembarangan. Ya, barangkali sama seperti ku. Bg R, Bg I, L, dan I, kalian semua pejuang nekad, tanpa pikir panjang. Kita tak beda.