Hello, New Year!



Jika bicara tahun baru, kebanyakan orang mungkin akan berpikir tentang resolusi, atau bahkan yang langsung melintas di pikiran adalah malam dengan ledakkan kembang api, atau pesta pergantian tahun bersama keluarga dan sahabat.

Ya, ini adalah malam pergantian tahun ke-dua yang akan aku lewati tanpa jamuan berbagai jenis bakar-bakar atau bakar petasan dan kembang api. Bukan berarti sebelumnya aku terbiasa dengan euforia malam pergantian tahun, hanya saja, semasa menjadi mahasiswa, aku memanag terbiasa berkumpul bersama teman-teman hingga larut saat malam pergantian tahun berlangsung. 


Nothing special sih, tapi mau tak mau aku tetap berada dalam ledakkan kembang api di malam nan panjang itu. Walau pun hanya sekadar menatap dari jarak jauh. 

Lalu, bagaimana sekarang?
Ya, masih nothing special. 
Tapi aku berpikir agaknya akan lebih baik jika aku membersihkan debu dan sarang laba-laba yang mulai mengerumuni blog ini. Lebay ya? Biarin. Hehe 

I wanna say, hello new year!
Kenapa hello new year? 
Sebenarnya ketika aku menuliskan hello new year! Aku sesungguhnya tengah menyapa diriku sendiri. Ya, diriku yang masih begini-begini aja dari tahun-ketahun. Usia bertambah, umur berkurang, dan aku merasa melangkah sangat pelan dalam hidup ini.

Apa-apa yang aku harapkan akan ku raih di tahun ini, masih banyak yang belum kecapaian. Bukan berarti aku tidak bersyukur dan menyukuri apa yang telah diberikan Tuhan padaku. Hanya saja, aku ingin mereflesikan diri terhadap usaha dan pencapaian aku selama ini. Khususnya satu tahun belakangan.

Well, dari pada aku sibuk mengubrek-ubrek masa lalu yang agak pilu, mungkin lebih baik aku menuliskan apa-apa yang aku harapkan untuk ku raih dan kejadian di tahun mendatang. 
And dalam hitungan jam dari sekarang ya, 2019 akan datang.

Hello, new year! 
Ada beberapa hal, eh bukan. Ada banyak hal yang ingin ku raih dan ku wujudkan di 2019, dan aku berharap Allah senantiasa meridhoi dan mempermudah langkahku.
Hmmm... di antaranya; 

1. Aku ingin melanjutkan pendidikan lagi, dengan program beasiswa tentunya. Aku berharap mimpi yang satu ini membawaku untuk semakin memperbaiki diri. Mencambukku untuk lebih mengasah kemampuan, belajar bahasa inggris dengan serius, lebih giat membaca, dan lebih sering mencari informasi serta jaringan yang berhubungan dengan beasiswa pascasarjana.

2. Aku ingin menambah hapalan Qur’an dan istiqomah untuk berjuang jadi hafizah. Berat mungkin ya, tapi aku tak peduli. Aku ingin dan aku akan memperjuangkannya. Ini mimpi yang mulai bersarang di dadaku sejak aku duduk di tahun kedua perkuliahan. Namun, hingga beberapa tahun setelahnya harapanku hanya sebatas angan-angan. Alhamdulillah, lingkungan dan temat kerjaku yang sekarang kembali memompa semangatku untuk mewujudkan mimpi yang satu ini. InsyaAllah, istiqomah. Allahumma Aamiin. 

3. Aku ingin menerbitkan buku karyaku sendiri. Di tahun 2019 aku berharap bisa menerbitkan novel yang bisa memotivasi, memberikan pelajaran, dan  pengalaman untuk banyak orang. Aku juga akan berjuang agar buku tersebut bisa dibaca oleh semua kalangan, terkhusus para siswiku yang selalu memotivasiku.

4. Aku ingin berangkat umroh ke tanah suci bersama Mak Gaekku. Berangkat ke tanah suci Makkah dan Madinah serta berziarah ke makam Rasulullah SAW sudah menjadi harapanku sejak beberapa tahun belakangan. Di 2019 aku ingin mewujudkannya dengan berangkat bersama nenekku. Ini juga menjadi bagian dari harapan kakekku yang menyuruh aku menemani nenekku untuk berangkat umroh.

5. Aku ingin sembuh total dari penyakitku yang sekarang. Walaupun aku kelihatan baik-baik saja, namun aku memiliki penyakit yang membuatku tidak bisa memaksakan diri untuk beraktivitas lebih, dilarang mengkonsumsi berbagai makanan dan minuman tertentu, serta harus konsultasi ke dokter. Aku juga ingin orangtua dan keluargaku tak kawatir lagi dengan penyakit ini. Semoga Allah jadikan penyakit ini sebagai pengugur dosa-dosaku.

6. Aku ingin pergi liburan ke luar negeri bersama dua sahabatku. Jika ada yang yang bertanya, siapa orang yang paling berarti dalam hidupmu setelah keluarga? Maka aku akan menjawab, sahabat. Ya, sahabat adalah orang yang sangat berarti dan berpengaruh dalam hidupku. Di tahun 2019 nanti, aku berharap bisa bepergian bersama dua sahabatku ke Malaysia dan Singapore. My lovely Senior dan My lovely TONG, InsyaAllah kita akan jalan-jalan bersama.

7. Aku ingin my lovely TONG mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Bukan berarti pekerjaan sahabatku yang sekarang tidak baik, namun aku berharap dia bisa bekerja di tempat yang tidak mengganggu jadwal salatnya, khususnya salat Jumat.

8. Aku ingin temanku-BS sembuh dari penyakitnya. Aku tak peduli apakah dia juga menganggapku teman atau tidak, namun aku tidak akan lelah berdoa ke Allah agar penyakitnya segera diangkat dan sembuh. Aku menyukai dan menyayanginya, bagiku BS adalah pemuda yang baik dan soleh. Dia juga sosok yang enak untuk diajak berteman.

9. Aku ingin memiliki waktu-waktu yang produktif dan bermanfaat. Waktu untuk belajar, membaca dan menghapal Al-Qur’an, waktu bersama orangtua, keluarga, kerabat, dan sahabat, serta bersama junior-juniorku. Di 2019 aku berharap bisa lebih sering sharing bersama orang-orang yang aku sayangi dan menyayangiku.

10. Aku akan berjuang dan istiqomah dalam mewujudkan mimpiku dan istiqomah dalam beribadah dan menjauhi maksiat. InsyaAllah.

And... itulah beberapa hal besar yang aku harapkan mampu untuk aku wujudkan di 2019 mendatang. Aku yakin, jika aku serius, mau ikhtiar dan tetap istiqomah, serta berdoa, InsyaAllah Allah akan mewujudkan harapan-harapanku. Allahumma Aamiin....

Sri Gusmurdiah, Padang 31 Desember 2018 (11:19 WIB)


*pic: by google

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Istilah Baru yang Wajib Dipahami Maba Saat Memasuki Dunia Perkuliahan

Kamu...

Jangan Pernah.....