Selat Sunda
Kali ini kau sudah mulai jujur sayang
Seiring gombalan dan kata nakalmu yang tak lelah kau
lemparkan
Aku tak menggerai
rambut panjang
Apalagi minyak wangi yang membuat kau melayang
Tapi kau berucap,
tak sanggup menatap bola mataku
kapal yang kita tumpangi berlayar menjauhi pelabuhan
pastinya kan menepi ke pelabuhan berikutnya
begitu juga hatimu, kau berkata
ada banyak pelabuhan yang akan kau singgahi setelah ini
tubuh kita kian terguncang di hempas gelombang
aku pura-pura tidur
menikmati setiap hembusan nafasmu tak berjarak 30 senti dari
wajahku
kau pura-pura menulis
aku paham, kau ingin menyentuh ujung hidungku
apakah kita sudah sampai sayang?
Aku pura-pura bangun
Kau membawaku menatap laut lepas
Mendongengkan hidup yang sesungguhnya
Katamu, inilah hidup
Beginilah cinta
Kita tak lagi berlayar sayang
Kita pindah ke perjalanan berikutnya
Kau menelanku
Jemariku tenggelam di telapak tanganmu
Sedang dadaku hampa
Padang, 2017

Komentar
Posting Komentar