Pada Senja #2

Sesaat, Diam Bersama Air Mata

google

Dadaku runtuh, sebuah pilu menyedot semua ruang yang ada
Hujan deras mengguyur di sana, hingga daun-daun itu gugur tanpa sisa
Sesaat, ku mendengar suara familiarmu
Pada hatiku, ku tak sanggap menahan untuk tak menyebut namamu dalam isak yang menderu
Lalu kau datang penuh tanya, katamu air mata bukan sesuatu yang hina


Kau diam, dalam isakku yang semakin tak mampu ku tahan
Lepaskan saja, kau takkan terlihat lebih baik dalam tawa palsumu, katamu lagi
Kau urai air mata demi air mata yang tersisa, membalut luka dengan tawa yang kau paksa

Padamu, walau tak berada dalam hangatnya sebuah pelukan
Tapi aku merasakan dosis yang panjang saat kau di sisi
Bersama tawa jelekmu, juga lawakkan konyolmu
Kau, sesaat yang meredakan tangisku

Padang, 2016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Istilah Baru yang Wajib Dipahami Maba Saat Memasuki Dunia Perkuliahan

Kamu...

Jangan Pernah.....