Kamu #4

google

Ah, aku melankolis lagi. Air mata ini selalu berlinang saat teringat dirimu. Padahal, berpisah dengan mu bukanlah kali pertama bagiku. Tapi tetap saja, lagi-lagi hati ini tak sejalan dengan akal ku.
Bar... aku kangen!


Apakah ada yang salah dengan perasaanku sakarang? Dengan rasa rindu yang semakin hari semakin memenuhi rongga dadaku. Toh, belakangan kamu orang yang paling mengerti keadaanku. Kamu paham semua tentang ku. Atau mungkin... hanya perasaanku saja. Sebab, kamu juga terlalu peduli dengan semua orang.

Bar... dua minggu jauh darimu, cukup membuatku lelah. Aku tidak tau harus berbuat apa di sini. Rindu ini benar-benar menyiksaku. Sakit. Ya, bahkan sangat menyakitkan.

Bar... tahukah kamu?
Perasaan bodoh apa yang tengah mengeranyangi pikiranku sekarang. Kenapa harus menangis, kenapa harus sesak karena rindu. Bukankah aku yang paling tabah saat perpisahan itu terjadi. Bukankah kamu yang selalu meminta aku untuk tetap bertahan.

Ah, entahlah.

Lagian, bukankah lima bulan lagi kita pasti akan berjumpa, kan?
Bahkan saat kau pulang, kau yang berjanji akan menjemputku di perbatasan.
Di mana aku akan  bisa lagi menatap punggung mu dengan leluasa dari belakang.

Tanpa ada sekat. Tanpa ada tabir yang memisahkan kita.

Padang (12/9)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Istilah Baru yang Wajib Dipahami Maba Saat Memasuki Dunia Perkuliahan

Kamu...

Jangan Pernah.....