Goodbye “Agustus”!

google

Ini Agustus pertamaku tanpa kamu di kota ini. Tanpa ada tawa yang bebas kita ukir bersama. Tanpa ada sarapan hangat atau makan malam sederhana di sebuah kafe. Mungkin juga, tanpa ada bingkisan kado yang diam-diam kau selinapkan ke dalam ranselku.

 Kau tau, Agustus memang menjadi sesuatu yang istemewa bagiku. Begitu juga dengan senja yang tiap kali kita lewati selama Agustus. Tak ada yang lebih indah dari kilasan senyumanmu saat kau menutup pertemuan kita. Tak ada yang lebih menggoda dari ucapan selamat tidur, dan salam rindu yang kau titipkan bersama angin malam.
Aku tau. tak ada manusia yang sempurna. Namun, bersamamu aku belajar arti hidup yang sempurna. Tentang bagaimana melewati waktu dan menjadikannya bermakna. Tentang mimpi indah yang harus direngkuh. Dan tentang... bagaimana melewati Agustus dengan hanya menyisakan kenangan indah.
Hingga kini...
Waktu pun telah berpendar meninggalkan kita.
Kini, aku melewati Agustus hanya sendiri. Tanpa ada pamit kau akan pergi. Tak ada janji esok kita akan bersua lagi. Dan semua keindahan, kini  menjadi pendaran kenangan yang hanya mampu kutemui di masa lalu. Saat Agustus menjadi pusaran yang menyisakan bahagia.
Agustus, ia memang begitu istimewa. Dan akan tetap menjadi sesuatu yang istimewa. Walau tanpa kamu di sini. Tanpa ada tawa yang bebas kita ukir bersama. Tanpa ada sarapan atau makan malam sederhana di sebuah kafe. Atau pun tanpa ada bingkisan kado bermotif bunga-bunga yang kau serahkan ke padaku..
Agustus, tak lama lagi ia akan berlalu. Dan butuh waktu tak sebentar untuk bisa bersamanya lagi. Juga, butuh waktu tak sebentar untuk bisa menatapmu lagi.
Menatapmu, 
Dari dekat...
Walau bukan pada Agustus...
Walau bukan dalam senja...
Agustus, terimakasih telah menjadi waktu yang sempurna untuk melewati kebahagiaan tiap detiknya.
Terimakasih telah pertemukan aku dengan sosok yang takkan pernah ku sesali menjadi bagian dari hidupku.
Kau, kini aku tak perlu lagi berdoa semoga kita bisa bertemu esok paginya. Tak lagi berharap kita akan menutup malam dengan tawa. Aku hanya ingin, Tuhan memberkatimu bersama semua doa-doa yang telah kau panjatkan. Semoga bisa merengkuh mimpi indah yang dulu pernah kau tuturkan. Semoga kelak kau sempat menjemputku saat aku berkunjung ke negeri seberang.
Terimakasih untuk Agustus sebelum-sebelumnya...
Terimakasih untuk pertemuan kita... sahabat hati.

Padang, (29/8). 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Istilah Baru yang Wajib Dipahami Maba Saat Memasuki Dunia Perkuliahan

Kamu...

Jangan Pernah.....