Si Pendekar Semut

Hari ini, ada yang menyebut kamu sebagai “Si Pendekar Semut”. Aku tidak tahu asal muasal seseorang itu memberikan panggilan yang cukup unik tersebut pada mu. Namun, aku simpulkan, Si Pendekar Semut adalah Sang penakluk kecil dengan kekuatan besar. Yang sanggup memikul beban sepuluh kali lebih besar dibanding ukuran tubuhnya. 
Ya, itu lah kamu.

Seseorang itu mengatakan, dia tidak tahu dari mana kamu berasal. Barangkali dari sudut, dari depan, atas, atau bahkan bawah. Tapi yang pasti, kamu datang untuk belajar dan berjuang untuk bertanggung jawab.

Suatu ketika, kata seseorang itu, Si Pendekar Semut kecewa. Asa nya tak tersampaikan dan ada mendung melekat di wajahnya. Si Pendekar Semut merasa ada sesuatu yang sia-sia ia lakukan. Tentang waktu yang terbuang dan hal lain yang terabaikan. 
Namun demikian, kata seseorang itu, tak ada hal lain yang dapat dilakukan. Apa daya, kesalahan ada bertanda kita tengah belajar, dan waktu adalah aturan Tuhan yang takkan pernah mampu kita kendalikan. Akhirnya, di rumah itu hanya ada kata maaf yang menguap ke udara. Entah, apakah itu tersampaikan dan mampu menyelinap ke dalam hati.

Ya, semuanya hanya berakhir dengan tepuk tangan yang menggema.

*Kamu yang Tengah Berjuang

Adalah suatu yang mustahil, mendapatkan hasil maksimal dengan usaha yang bahkan tak sempat kau pikirkan.

Jika benar kamu adalah Si Pendekar Semut seperti seseorang itu dan seperti yang aku pikirkan, maka kita adalah orang-orang yang terperangkap dalam takdir yang indah. Di rumah ini.
Kenapa aku menyebutnya indah?
Ya, setidaknya itu menurutku, dan kamu akan tahu jawabannya setelah benar-benar berada di sini nantinya.

Kamu pasti tahu, untuk menjadi kupu-kupu yang indah dan bisa terbang sesukanya, bayi kupu-kupu harus terperangkap dulu di dalam kepompong selama berhari-hari, berproses, hingga akhirnya ia benar-benar siap untuk menatap dunia. 
Menjadi indah dan memiliki sayap yang kuat untuk bisa terbang sesuka hatinya.

Apakah ada kupu-kupu yang bisa menyulap dirinya menjadi indah dalam sekejap?
Tentu tidak bukan. Kamu tahu itu mustahil.

Lalu, apa hubungannya dengan kamu. 
Kamu tau Si Pendekar Semut, kupu-kupu itu adalah kamu . Si Pendekar Semut yang sekarang tengah berproses. Tengah berjuang.

Kamu akan tau, jika kamu belajar, sabar, dan rela mengikuti proses hingga akhir. Sampai kamu menjadi apa yang kamu inginkan.

Pun jika lelah, bosan, dan muak meghujami dirimu, cobalah untuk setia dengan janji awalmu Si Pendekar Semut. Kamu adalah Si pejuang yang tengah belajar dan bertanggung jawab dengan tuntutan hatimu. Dan aku yakin, kami pasti bisa.
Bukan kah kita diciptakan lebih kuat dari apa yang kita bayangkan. Sungguh, aku sangat meyakini itu.

*Si Pendekar Semut dan Alamat Baru
Si Pendekar Semut, pasti kamu sudah sadar ada yang baru dari dirimu sekarang. Pastinya semua akan berjalan setelah kamu mengikuti proses yang cukup panjang kemaren. Ada luka jika kamu kalah, ada sedih sebab kamu terhenti, dan yang pasti, akan ada perjuang selanjutnya jika perjuangan pertama telah usai.

Ada alamat bari dari dirimu. Ada alamat baru untuk dirimu Si Pendekar Semut. Yang akan kau jadikan tempat berpulang dan tempat kamu mengawali langkah dari sekarang.
Tentu saja, alamat barumu tidak hanya akan kamu maknai sedangkal itu. 
Sekadar tempat untuk berpulang dan datang. 
Silahkan kau maknai sesuka hatimu.

Dan untuk bisa memaknai dengan baik, maka, kamu jangan pernah berhenti untuk berjuang.

Sebab, di alamat barumu, pemenang adalah orang-orang yang bertahan.

Oleh: Sri gusmurdiah
foto: Okta

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Istilah Baru yang Wajib Dipahami Maba Saat Memasuki Dunia Perkuliahan

Kamu...

Jangan Pernah.....