Diam-diam Terluka


Perasaan asing selalu muncul tiap kali kau bersikap seolah-olah kita adalah orang asing. 
Ada rasa aneh dan ganjal terbesit di sana. Seakan aku tak ingin kenal kau saja dari awal jika rasa itu mulai muncul. Seakan kebersamaan yang pernah kita rajut menjadi hal yang ingin aku sesali.
Perasaan ku saja atau itu benar-benar sengaja kau lakukan. Kau datang tiap kali aku pergi dan kau pergi tiap kali aku datang. Itu membingungkan.

Jika pantas untuk ku ajukan, aku ingin tanyakan, kau buang kemana tatapan hangat mu yang dulu? Apakah kau sengaja menguburnya bersama dengan waktu kita yang sekarang kian menua?
Jika kau jawab ia, aku akan belajar dari sekarang untuk berhenti peduli padamu. Aku akan buang semua memori tentang hari-hari yang pernah kita jalani. Sebab sungguh aku mulai muak dengan keadaan ini. Dengan kenyataan itu.


Ah, sungguh. Aku menjadi cengeng dan tak tulus sekarang.

Walau bagaimana pun.
Walau tak sepenuhnya yakin. Aku tahu kau juga terluka dengan kadaan ini.

Walau tak ada amarah, walau tak ada kata benci dan pisah, tapi sungguh aku sadar.
Kau rasakan yan sama.

Disini, kita diam-diam terluka.

Haruskah kita menjauh sehingga lupa dengan semua memori yang ada.
Haruskah ku buang kau dari hatiku, sehinga kita benar-benar sembuh dan kembali seperti dulu lagi??



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Istilah Baru yang Wajib Dipahami Maba Saat Memasuki Dunia Perkuliahan

Kamu...

Jangan Pernah.....