Berawal dari Titik Nol
Muhammad Rezky
Nol menuju satu, merupakan motto hidup dari seorang Muhammad Rezky. Mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Informatika TM 2011 ini berkeyakinan, ketika lahir posisi setiap orang adalah nol, ketika mereka telah tumbuh dan dewasa maka posisi mereka menuju satu, yaitu setiap orang harus memiliki prinsip dan tujuan hidup yang pasti dalam hidupnya.
Pria kelahiran Padang, 21 tahun silam ini membuktikan
tekadnya tersebut dengan cara fokus dalam setiap hal yang dia lakukan. Dia tidak
pernah bermain-main dan berbuat setengah-setengah dalam menjalani hidupnya.
Pria
asal Padang Panjang ini juga berkomitmen, selain memiliki prinsip hidup yang
pasti, seseorang juga harus memiliki sesuatu yang dapat dibanggakan dalam
hidupnya. Terbukti, berbagai lomba pun pernah diikuti oleh bungsu dari enam bersaudara
ini.
Juara 1
lomba menulis ilmiah tingkat national yang diselenggarakan oleh Pusat
Pengembangan Ilmiah dan Penelitian Mahasiswa (PPIPM) Universitas Negeri Padang
(UNP), finalis lomba menulis ilmiah tingkat national yang diselenggarakan oleh EXIST
Universitas Jambi (UNJA), Khafilah UNP dalam acara Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat national yang dilaksanakan di UNP dan Universitas Andalas
(UNAND), dan peserta dalam lomba Pekan Ilmiah Mahasiswa National (PIMNAS) yang diselenggarakan oleh dikti,
merupakan beberapa rentetan prestasi yang pernah dikantonginya.
Tak hanya itu, putra dari pasangan Abdul Mulud dan Rosnidar ini, baru-baru ini juga mengikuti pertukaran mahasiswa ke Negeri Sakura, Jepang.
Muhammad Rezky
Acara yang diadakan oleh kedutaan besar Jepang yang berada di Indonesia melalui JICE (Japan International Coorpetarion Center) dan bekerjasama dengan Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIPM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Mahasiswa pencinta
desain grafis dan programing ini merupakan
salah satu perwakilan dari 96 peserta yang diberangkatkan pada 23 Februari
sampai 4 Maret yang lalu. Berbagai pengalaman menarik pun diperolehnya selama
sepuluh hari berada di
negeri matahari terbit tersebut.
Rezky yang terkesan sederhana, awalnya memang kurang
yakin dengan apa yang telah diraihnya sekarang. Pasalnya, selama menduduki
bangku sekolah, prestasi Rezky tak lebih dari juara kelas yang tiap semester
diraihnya. Namun, sejak pertengahan 2012 yang lalu, pria yang menghabiskan
hari-harinya dengan rutinitas kuliah dan organisasi ini telah mengukir berbagai
prestasi. Meskipun terkadang jadwal kuliahnya bentrok dengan kegiatan
organisasinya, tapi Rezky tetap bisa menghendelnya dengan cara mengatur waktu
sebaik mungkin, walau tak jarang dia harus begadang untuk menyelesaikan
berbagai tugasnya.
Pengurus PPIPM UNP ini juga sangat
menekankan, bahwa tidak ada yang tidak mungkin dalam hidup ini. Usaha dan
kesungguh-sungguhan serta totalitas dapat mengantarkan seseorang kepada
keberhasilan. Walaupun semua keberhasilan itu tidak bisa diraih dengan mudah
dan harus dimulai dari nol.
Oleh: Sri Gusmurdiah
Terbit di Surat Kabar Kampus Ganto UNP, edisi Maret 2014

Komentar
Posting Komentar