Bukit Bendera, Tempat Bersejarah Penuh Pesona



Waktu menunjukkan pukul sepuluh pagi. Hiruk pikuk beberapa pedagang dan menjaga posko langsung terasa ketika kami- aku dan temanku mulai mendekati kaki Bukit Bendera, Senin (4/1). Beberapa sepeda motor dan sebuah mobil terparkir rapi di sana. Usai memarkirkan sepeda motor, kami pun langsung melapor ke petugas yang menunggu di posko. Mengisi nama dan identitas lainnya pada sebuah buku, serta membayar uang kebersihan sejumlah dua ribu rupiah per orang.

Sebuah plang bertuliskan ‘Welcome to Bukit Bendera’ langsung menyambut ketika kami mulai menapaki lereng Bukit tersebut. Bukit dengan ketinggian 200 meter dari permukaan laut terletak di daerah Lubuk Pasing, Nagari Talaok, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.


Matahari yang lumayan terik mengiringi pijakan demi pijakan langkah kami. Keringat pun mulai bercucuran. Tapi semangat untuk mencapai puncak tetap berkibar di dalam hati. Plang dengan tulisan-tulisan lucu yang terpasang di sepanjang jalur pendakian pun menjadi penghibur tersendiri. Seakan memberikan energi untuk tetap berjalan, meski melangkah dengan ngos-ngosan. ‘Yang jomblo mana suaranya’ demikian plang pertama yang kami temui.

Sesekali, kami berhenti untuk menstabilkan jantung yang mulai berdetak keras. Setidaknya pada ketinggian 50 meter, kami mulai disuguhkan dengan pemandangan yang menabjubkan. Hamparan sawah yang hijau dan menguning tampak begitu permai dan memanjakan mata. Pun bukit dan gunung yang ada di depan kami berdiri, seakan berdiri tegap dan menantang dengan gagah. 

Beberapa plang telah dilewati, bertanda puncak sudah semakin dekat. Setidaknya kami telah melewati setengah dari ketinggian bukit ini. kami tetap melangkah, lelah sudah pasti. Tapi rasanya memang adil, untuk sampai di puncak, memang harus ada yang di korbankan. Yakninya keringat yang semakin bercucuran.
Puncak terakhir pun telah berada di depan kami, puncak ke-11, yang menandakan kami akan segera sampai di puncak Bukit Bendera. ‘Semangat Kak !! Dikit lagi sampai’ demikian ungkapan penyemangat yang tertulis di plang berwarna putih dengan tulisan warna merah itu.



Semangat pun semakin mengebu, lelah pun terasa hilang begitu saja, ketika melihat Sang Merah-Putuh berkibar di puncak kepala kami. Akhirnya, lelah pun berbayar. Kami telah sampai di puncak bukit yang bersejarah. Ya, Bukit Bendera adalah Bukit sejarah.
Konon, Bukit Bendera merupakan tempat bersejarah. Menurut cerita masyarakat sekitar, Bukit Bendera dijadikan sebagai tempat pengintaian oleh Tentara Peleton tempo dulu. Sekitar tahun 60-an, saat terjadi Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia, berupa pertentangan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Dan dari puncak bukit ini lah, tentara memberikan tanda kepada masyarakat sekitar.
Tanda yang diberikan berupa bendera. Jika bendera berkibar, berarti daerah tersebut aman dari serangan musuh. Namun jika bendera diturunkan, berarti kampung sedang tidak aman dan masyarakat dilarang keluar rumah. Demikian cerita turun temurun yang dituturkan oleh  masyarakat di sana.
Puncak Bukit Bendera tidak terlalu luas, namun untuk istirahat dan mendirikan tenda jika akan mengadakan camping di sana masih muat. Dua Sang Pusaka pun berkibar dengan gagahnya di puncak bukit itu. Lagi, pandangan yang sangat menabjubkan akan membuat siapa saja saja akan terpukau, dan tidak akan menyesal telah berlelah-lelah untuk sampai di sana.
Bentangan bukit dan gunung yang sambung-menyambung, berpadu dengan laut luas di belakangnya akan disapu mata sejauh mata memandang. Atap-atap rumah penduduk dan bentangan sawah, berpayungkan awan dengan gumpalan-gumpalan putihnya pun memberikan pemandangan tersendiri. Siapa saja yang datang ke tempat ini akan berdecak kagum dan semakin sadar. Sadar akan arti keindahan alam dan sadar akan karya Tuhan yang tiada duanya.

Oleh: Sri Gusmurdiah 
Dimuat dalam Surat Kabar Singgalang Minggu, 17 Januari 2016

Komentar

  1. Mantap kk ,πŸ‘πŸ‘kapan kita kesana bareng kk 😁

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Istilah Baru yang Wajib Dipahami Maba Saat Memasuki Dunia Perkuliahan

Kamu...

Jangan Pernah.....