Kempes Motivasi



Untuk gue yang mulai mengeluh

Membaca, malas.
Belajar gak nafsu.
Menulis, apa lagi.
Dengerin musik, bosan.
Akhirnya, buka laptop untuk nonton. Namun, ujung-ujungnya berakhir dengan tepar, alias tidur.


Setidaknya itu beberapa gejala yang sedang gue rasakan saat ini. Gejala yang dialami cewek keren yang sedang kehilangan tujuan hidup.
Upst, kehilangan tujuan hidup. Tidak segitu juga. Tapi memang iya sih, saat ini gue kempes motivasi.
 
Nah, dari beberapa gejala yang sedang gue alami di atas, memang membuat gue cukup bingung juga. Bayangkan, gue yang biasanya tidur paling lama lima jam sehari, tiba-tiba aja sekarang tidur delapan sampe sepuluh jam. Parah gak tuh? Kalau menurut gue sih, parah. Hehe 

Sama saja gue telah menghabiskan lebih dari separoh hidup gue hanya untuk mendengkur.

Oke, kita mulai aja sekarang. Yang baca persiapkan konsentrasinya. Eh, tunggu dulu. Sebelum gue bahas satu persatu, mending gue cerita dulu. Sebenarnya kemaren, sebelum tulisan gaje ini dilahirkan, gue udah sempat konsul sama salah satu senior gue. Panggil saja senior sakaligus sahabat gue itu (ngerasa sendiri) Mr. D*di. Hehe.. nama yang keren bukan. Itu dia, orangnya juga kerrend begete.

Nah, menurut Mr. D*di, dari gejala yang gue ceritakan di atas, gue sedang megalami sindrom hidup tanpa orientasi. Sindrom ini terjadi karena gue mulai lelah, jemu, dan suntuk dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Sehinggga gue lupa sama tujuan awal, kenapa gue sudah sampai sejauh ini sekarang. 

Well, Mr. D*di menyarankan agar gue mencari suasana baru atau mendatangi tempat-tempat baru untuk sekadar merefresh otak dan pikiran gue.
Hmm.. gak terlalu sulit kalau begitu. Pikir gue waktu itu.

Panjang cerita, gue menemukan makna tersendiri dari apa yang disampaikan Mr. D*di untuk masalah yang satu ini.

Pantas elo gak punya motivasi, tujuan hidup elo aja gak jelas.

Nah, maksudnya (ini dari sudut pandang gue ya, pembaca boleh memiliki perstektif sendiri). Maksudnya, ketika seseorang tidak tahu atau belum tahu ia akan jadi apa, mau ngapain, atau mau berbuat untuk siapa. So pasti, tu orang masih ragu-ragu dalam menjalani aktivitasnya. Boleh dikatakan kadang semangat, kadang gak tau bersemagat untuk apa.
Banyak orang yang berkilah dengan mengatakan “Biarkan hidup mengalir apa adanya”. Untuk kalimat yang satu ini, lo harus hati-hati bray.
Biarkan hidup mengalir seperti air. Bukan berarti elo harus diam saja, atau hanya bergerak mengikuti apa yang ada. Gak boleh gitu dong. Masa ya, jalan tanpa arah. Itu sama saja elo pasrah dalam hidup ini.
Bukan berarti gak mensyukuri apa yanga ada. Kita memang harus menuntut lebih kepada diri kita, atau teparnya kepada keadaan. Tapi tidak berarti memaksakan keadaan juga.  Kita harus mampu melakukan sesuatu yang memang sepantasnya kita lakukan untuk menjadikan kita lebih baik. seperti berkretivitas, mengasah dan menyalurkan bakat dan kemampuan yang kata punya.
(Lah, ceritanya kok berbelok gitu ya. Tadi gue yang lagi down, kok sekarang tiba-tiba gue yang jadi guru disini. GAJE).

Hmm.. jadi begitu aja. Kalau elo, eh maksudnya kalau gue lagi down gini. Kempes motivasi kayak sekarang, berarti gue sedang tidak menjadi apa-apa. Masak ya hidup, tapi tujuan hidup gue aja, gue kagak tauh. Gila gak tuh. Ckckck... 

Jadi, ya.. gue harus berpikir lagi, kembali lagi ke realitanya. Logisnya, gue sekarang ngapain dan besok mau jadi apa dan berbuat untuk siapa. So, gue gak bakalan ragu lagi dengan diri gue, aktivitas gue. Dan gue gak bakalan kehilangan motivasi. Ok..

Selamat beraktivitas, Anti Galauers.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Istilah Baru yang Wajib Dipahami Maba Saat Memasuki Dunia Perkuliahan

Kamu...

Jangan Pernah.....