Bukan Lilium Albanikum



Aku bukanlah bunga Lilium Albanikum yang akan mengeliat manis setiap kali tertiup angin. 
Semua Guyonan yang kerap ku lontarkan, apakah secara langsung atau sekadar curhatan di blog pribadi, itu tidak lebih dari sekadar pengobat kesepian yang menyesakkan. 
Mengertilah!

Pun waktu takkan pernah menua. Jika memang kau adalah takdirku, maka waktu itu akan menyatukan kita dengan sendirinya. Percayalah! 

Aku padamu memang tidak seperti Isabella Swinn yang memilih mati dari pada berpisah dengan kekasihnya Edward Cullen. 
Aku hanyalah wanita biasa yang belum menemukan siapa dikau pastinya.
Aku tak lebih dari Si penunggu, yang menunggu takdir untuk datang menghampirinya. 
Jadi yakinlah, apa yang ku perbuat sekarang tak lebih dari pengisi kekosongan semata. Tanpa ada maksud untuk menghianatimu.

Dan kau. Kau adalah dia yang harus ku tunggu, pastinya.
Walau belum sempat mengenalmu, tidak tahu dimana kau berada, dan belum tahu sama sekali tentang hidupmu. 
Tapi kau tetaplah dia. Dia yang aku yakini sebagai penutup dan pembuka langkah dalam hidupku kelak. Penuntunku.

Bagaimana aku sekarang? Apakah pantas menjadi orang yang menunggumu?
Entahlah.

Yang pasti, setahuku semuanya memang telah ditakdirkan sebelum kita mengukir riwayat dalam hidup ini. Sebelum kita bernaung di bumi ciptaannya ini. Jauh sebelum kita tau arti dari sebuah takdir. 
Kita telah ditakirkan.

Untuk kau. Kau yang akan ada kelak.
Yang belum terpikirkan tentang aku. Tentang kita.

Pahamilah aku sekarang. Aku bukanlah bunga Lilium Albanikum.
Aku adalah manusia tak sempurna yang sedang belajar arti kesempurnaan.
Mengejar kesempurnaan.

Bukan apa-apa. Tapi setidaknya itulah asaku.
Untuk aku dan kau kelak...

_Dari Aku, Takdirmu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Istilah Baru yang Wajib Dipahami Maba Saat Memasuki Dunia Perkuliahan

Kamu...

Jangan Pernah.....